Perasaan seringberubah-ubah, sehingga sulit untuk memahami apa yang sedang terjadi. terkadang bila hati kita merasa senang kita akan larut dalam kesenangan itu, tersenyum dan tertawa hingga kita merasakan alangkah indah dunia ini diciptakan. hati merasakan apa yang sedang kita alami, getaranya sesuai irama langkah dan berkata sesuai apa yang dirasakanya.
Sabtu, 22 Desember 2012
Selasa, 02 Oktober 2012
dengarkanlah, pahamilah dan mengertilah
keadaan seperti ini membuat hati ini bergejolak, detak jantung semakin cepat seakan darah ini ingin menembus jaringan saraf, mulut tidak lagi bisa mengucapkan kata-kata. kini hanya emosi yang meng-gebu-gebu. hanya deretan kata yang tak berarti dapat tertulis. meluapkan perasaan yang kian menjadi-jadi. dengarkanlah, pahamilah dan mengertilah bahwa aku butuh bahumu untukku bersandar sejenak.
Senin, 01 Oktober 2012
Pagi ini aku duduk di taman kampus hanya seorang diri. kutatap di sekelilingku aktivitas yang tiada habisnya. hembusan angin dan sejuknya suasana tidak mampu meredamkan gejolak yang ada di dadaku. ingin rasanya berteriak untuk melepaskan beban yang kian membelit belit di leher yang membuat dada ini sesak. seperti berharap dengan harapan kosong. melangkah ditengah duri dan semak. meraungi mimpi yang masih di angan-angan. waktu mengiringku ke lembah yang sangat sempit, sehingga sulit bagiku menghembuskan napas yang telah terhisap. aku lelah dengan keadaan ini, tapi aku harus manjalankan amanah yang melekat di pundakku. aku hanya bisa tersenyum kerena Tuhan dan orang tuaku yang selalu menyemangati ku. walaupun aku hancur menjadi debu, biarkan debu itu berubah nenjadi butiran-butiran salju agar bisa menjejukan hati setiap orang yang pernah dan selalu menyayangiku.
Hari ini aku duduk di taman kampus hanya seorang sendiri, ku tatap dengan pandangan kosong di sekeliling ku.aku melihat aktivitas yang seakan tak ada habisnya. hembusan angin dan sejuknya suasana tidak bisa membuat perasaan ku dingin. semangat ku seakan-akan telah lenyap untuk menatap masa depan. aku lelah menjalaninya, tapi aku harus lakukan demi amanah yang di bebankan kepadaku. aku juga merasa seakan-akan harapan ini kosong. aku telah menelan kegagalan demi kegagalan. waktu mengiring ku ke alam yang begitu sempit, seakan tidak mudah menghembuskan napas yang sudah terhisap. saat ini aku hanya pasrah dengan keadaan, aku hanya meyakini ada Tuhan dan kedua orangtua ku yang selalu dan tidak ada henti-hentinya menyemangati ku. saat ini pula hanya ada di benak ku " aku akan membahagiakan kedua tangan ku", walaupun aku hancur dan menjadi debu. aku berharap debu itu adalah butiran salju yang bisa menyejukkan hati dan sanubari setiap orang.
Sabtu, 18 Agustus 2012
kata hati
aku benci dengan orang yang dekat dengan ku, mereka yang tidak aku kenali, meraka menjudutkan aku di kesendirian mereka juga menghantuiku dikeramayan. membayangi setiap langkah, seprti hantu yang menakutkan. aku merasa bosan dengan kehadiranya, aku berusaha mengenali merka, tapi sayangnya mereka sangat sulit untuk dikenali. mereka tidak bersahabat denganku.
Sabtu, 23 Juni 2012
Kamis, 21 Juni 2012
Rabu, 20 Juni 2012
Selasa, 29 Mei 2012
Langganan:
Postingan (Atom)
