Insfirasi diri

Minggu, 19 April 2015

kekawatiran akan hari esok memuncak di saat hujan turun

Aku jalani  aktivitas  dari sangat pagi, bila di pikir-pikir lebih  jauh apa yang aku lakukan ini sangat membosankan. ya apa lagi kalau bukan menunggu. menunggu jawaban, menunggu hasil dan menunggu apa yang di harapkan datang. aku merasa bosan bila yang di tunggu tidak di dapati, yang di tunggu kadang tidak mengerti dan yang di tunggu tidak pernah datang untuk menemui. aku tidak pernah berpikir betapa pentingnya aku pada masalah ini, tapi aku hanya terusik oleh kekawatiran akan egoku bila aku mulai merasa tidak di hargai.
Hujan membuat aku terperangkap di ruang ini, kerisawan dan kekawatiran akan hari esok memuncak. bila masalah hari ini tidak terpecahkan. hal  itu menjadi dilema dan mimpi buruk yang menghantui tidurku malam ini. tolong  beri aku harapan yang pasti, harapan yang bisa membuat hati ini menjadi tentram dan damai walaupun aku masih harus menunggu. 
Ingin rasanya berlari di derasnya hujan, berteriak dan melompat agar kegundahan hati ini kian pergi mengalir jauh bersama tetesan-tetesan air hujan.  mungkin aku bisa dapati kegembiraan dan kesejukan saat tetesan-tetesan hujan mulai membasahi kepala yang panas ini. hujan juga mengingatkan aku dikala aku masih kecil dan polos, tiada masalah yang besar yang aku kawatirkan. entah akan kah aku rasakan seperti saat kecilku dulu yang ceria bermain air dan lumpur di deras nya hujan dengan hati yang gembira.