Insfirasi diri

Senin, 29 Juli 2019

Teluk Geruguk/Silvopastural Kambing

Sebagai upaya peningkatkan perekonomian masyarakat didalam dan disekitar hutan,  beberapa upaya  yang dilakukan baik dari pemerintah maupun swasta. Salahsatu yang menjadi konsentrasi dalam pembangunan perekonomian tersebut adalah dengan membina dan memfasilitasi beberapa kegiatan berbasis masyarakat. Kegiatan tersebut bisa menkombinasikan antara kegiatan pertanian dan kehutanan (Agroforestry), gabungan kegiatan kehutanan dengan kegiatan perikanan ( Silvofishery), gabungan antara kegiatan kehutanan dan kegiatan perternakan (Silvopastural) maupun kegiatan Hortikultura, kegiatan - kegiatan tersebut diupayakan untuk meningkatkan hasilan dan menjaga kelestarian hutan dari deforestasi dan degradasi.
Desa Teluk Geruguk salah satu desa di Kecamatan Boyan Tanjung Kabupaten Kapuas Hulu, penduduk dengan mayoritas dari suku dayak Kantu'. Suku dayak merupakan suku yang sangat peduli dengan kelestarian hutan yang di buktikan banyaknya kawasan hutan tembawang di desa Teluk Geruguk. Keanekaragaman berbagai vegetasi adalah salah satu bentuk warisan Agroforestry leluhur dari suku dayak Kantu' yang masih dinikmati sampai saat ini.

Menjawab dari berbagai permasalahan perekonomian dan kerusakan hutan dan pencemaran lingkungan, masyarakat Desa Teluk Geruguk mengambil langkah konkrit dengan menjalin kerjasama dengandengan berbagai elemen baik pemerintah maupun swasta dalam pengelolaan hutan. Salah satu yang di usahakan masyarakat yaitu menerapkan dan mengabungkan sistem Kehutanan gengan sistem perternakan atau dengan bahasa lain disebut Silvopaatural. Salah satu ternak yang di pelihara adalah kambing lokal. Hal tersebut dipilih karena pemeliharan yang mudah dan sumber pakan yang melimpah di sekitar pekarangan rumah dan disekitar hutan.

Masyarakan yang tergabung kedalam pengelolaan hutan tersebut di sebut Kelompok Masyarakat Pengelola Hutan(KMPH). KMPH terdiri sekelompok masyarakat yang  beranggotakan satu jenis kegiatannyang di Usahakan. Salah satu KMPH yang telah berhasil menelola kegiatan Kehutanan dan Perternakan adalah KMPH Silvopastural Kambing dengan jumlah anggota 20 Orang, KMPH Silvopastural Babi berjumlah 20 orang dan beberapa KMP lain seperti Patroli Hutan, Madu, Hortikultura, Agroforestry semua KMPH dibentuk untuk menjaga dan mengelola Hutan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menjaga dan mengelola hutan secara lestari dan berkelanjutan sangat beragam, sehingga perlu perhatian dari berbagai eleman dan instansi untuk mensuport kegiatan-kegiatan yang telah berjalan dan diupayakan secara baik demi pengembangan dan keberlanjutan secara menyeluruh di desa yang terletak dalam atau dikawasan hutan.