Aku terlalu berharap uluran tangan saat aku terjatuh,
hingga aku tidak berhati-hati dalam melangkah.Ingin rasanya di sanjung, tetapi
tidak ada kata-kata yang pantas untuk di ucap. seribu kata di hati,
menjadi bisikan hitam hingga menjadi sebuah isyarat
menakutkan. malam-malam ku terjaga dengan mimpi buruk yang menyiksa bagaikan
bekas yang mengikuti jejak langkah. berisik yang mengusik ketenangan hati.
datang membidik bertubi-tubi tepat di ubun-ubun dan apa bila darah ini meluap
hingga menjadikan sebuah keegoisan yang memuncak menjadi tidak
terbendung.
Oh,, bayang-bayang hitam, jangan memaksa aku untuk
mengerti, hingga aku harus berpura-pura memahaminya. bila inginkan
kedekatan menjadi kekuatan maka jangan paksa aku mengikuti arus yang terjal.
walaupun jalan ku tidak selamanya lurus, jangan jadikan peluang sebagai
perangkap dan saat aku terjatuh kamu menusuk nya dari belakang. jika kamu tidak
memahaminya. anggap saja bahasa ku ini kotor, busuk dan menjijikkan.
bagai sampah yang kamu tidak mungkin menjilatinya.!!!